Catatan belajar: Obsidian, RSS, dan terjemahan otomatis
Ini catatan belajar saya, dipublikasikan supaya nggak hilang di antara tab browser yang tak pernah tertutup. Nggak ada tutorial di sini, cuma apa yang saya pasang dan coba sendiri baru-baru ini: Obsidian buat catatan, feed RSS buat blog ini, dan terjemahan otomatis dari Mandarin ke bahasa Indonesia.
Mulai dari Obsidian. Pasangnya simpel: satu folder jadi vault, catatan cuma file Markdown biasa, jadi kalau besok pindah aplikasi isinya masih ada. Tidak ada langganan, tidak ada cloud yang bisa tiba-tiba dihapus, tidak ada fitur yang harus dipelajari mingguan. Saya cuma menulis apa yang baru dipelajari hari itu, hubungin satu catatan ke catatan lain dengan [[wikilinks]], lalu biarkan grafiknya sendiri yang nampilin mana yang berkumpul. Yang paling susah justru bukan teknis: malah tidak mencoba bikin folder rapi sebelum tulis apa pun. Vault baru berguna kalau catatan sudah ada di dalamnya, bukan kalau struktur sudah cantik tapi kosong.
RSS adalah hal yang malah nggak perlu dipikirkan. Blog ini sudah punya feed di /rss.xml, setiap post baru yang saya tambah otomatis masuk ke sana — judul, link, tanggal, deskripsi. Pembaca bisa subscribe lewat RSS reader tanpa perlu cek situs satu-satu, tidak ada algoritma yang memutuskan apa yang harus dilihat, tidak ada notifikasi yang ngganggu. Saya nggak perlu ngomongin lastBuildDate atau guid atau apa itu UTC. Yang penting: feednya jalan, tanggalnya ikut post terbaru, dan URL-nya nggak berubah-ubah.
Terjemahan Mandarin adalah hal yang paling pribadi. Ada artikel dari airss.qiaomu.ai yang ingin saya baca dalam bahasa Indonesia. Biasanya saya mentranslate kalimat demi kalimat, kali ini coba seluruh dokumen sekaligus, lalu periksa bagian yang penting — angka, nama, istilah teknis. Mesin cepat menangkap intinya, tapi ketelitian ada di sela-sela: bahasa gaul dan istilah tertentu yang nggak ada padanan Indonesia yang bersih. Itu butuh keputusan manual, bukan sekedar tekan translate lagi. Yang sulit bukan algoritma atau code, tapi memutuskan apa yang benar-benar perlu dipertahankan dari aslinya.
Jadi ini satu buku catatan: Obsidian simpan catatan kasar, blog terbitkan versi publik, RSS kirim ke pembaca, dan terjemahan biar saya bisa baca sumber yang ditulis Mandarin. Empat hal yang pada dasarnya sama — mencoba mengingat apa yang sudah saya pelajari, biar tidak hilang di antara ribuan tab yang tak pernah tertutup.
2026-11-04 — Bandung. Kalau ada yang bermanfaat, atau salah, email saya di ramasanjaya3302@gmail.com.